Archive for Poetry (Indonesian)

KONTEMPLASI 6

Posted in Philosophy and Education, Poetry (Indonesian) with tags , , , , , , , , , , , , , , on February 9, 2016 by Kanya Puspokusumo

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Jika nyawamu tak terancam,
Jika masih ada kemungkinan untuk diskusi mencari solusi dengan kepala dingin,
Jika masih ada niat dan kemungkinan saling memperbaiki diri di jalan Allah,
Lebih baik bersabarlah
dan tidak mengatakan apapun yang buruk tentang pasanganmu…
.
Cinta dalam Islam itu komitmen
Bukan hanya komitmen pada kesetiaan,
melainkan juga komitmen untuk saling melindungi, memaafkan, dan menyayangi di jalan Allah…
Dan semua komitmen itu harus dilakukan bersama-sama,
tak bisa sendirian… Continue reading

HIDUP

Posted in Poetry (Indonesian) with tags , , , , , , , , , , , , , on February 2, 2016 by Kanya Puspokusumo

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Hidup seringkali berbisik pada jiwa,
sering pula berkata pada hati nurani…
Tentang indahnya sebuah perjalanan
menuju Sang Abadi,
tanpa kita campuri dengan maksiat
dan kepentingan duniawi semata…
Namun kita seringkali enggan
atau merasa tak punya waktu
untuk mendengarkan…
Sehingga hidup pun murka,
lalu mendorong kita hingga jatuh,
t e r l u k a…
.
Setelah terluka,
mungkin untuk sesaat kita sadar,
lalu kita sibuk mengasah telinga hati dan jiwa
agar mampu mendengarkan keinginan Sang Hidup…
. Continue reading

KESEMPURNAAN CINTA

Posted in Poetry (Indonesian) with tags , , , , , , , , , , , , , on January 25, 2016 by Kanya Puspokusumo

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Malam ini, biarkan aku bicara tentang rasa…
Tapi bukan… ini bukan tentang rasaku padamu,
melainkan tentang satu rasa yang
selalu kurapalkan dengan butiran tasbih
pada lima waktu yang disakralkan,
pun pada waktu di sepertiga malam terakhir…
.
Malam ini, biarkan aku berbicara tentang cinta…
Tapi bukan… ini bukan tentang cintamu,
melainkan tentang satu cinta yang
mengisi relung hatiku setiap waktu,
cinta yang menyungai dan mengalir tak berbatas
dan cinta yang memenuhi kalbuku hingga ruah…
. Continue reading

Jangan Antarkan Bunga Pada Nisanku

Posted in Poetry (Indonesian) with tags , , , , , , , , , , on January 13, 2016 by Kanya Puspokusumo

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Saat aku tiada,
jangan antarkan bunga pada nisanku,
tak perlu pula kau rapalkan doa yang menyayat hati,
jika bunga dan doa itu
kau antarkan dan kau rapalkan
hanya sebagai bentuk penyesalanmu
atas apa yang tak sempat
dan terlambat kau lakukan padaku
dimasa hidupku…
.
Kadang manusia memang lebih suka menunda hal-hal yang seharusnya dilakukan saat masih ada waktu.
Kadang manusia memang baru menyadari pentingnya keberadaan seseorang
saat seseorang itu
tak ada lagi di sisinya…

#Kanya Puspokusumo: 2016

SAJAK RINDU

Posted in Poetry (Indonesian) with tags , , , , , , , , , , , on January 13, 2016 by Kanya Puspokusumo

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Tiba-tiba saja aku rindu padamu,
yang selalu mampu memahami
setiap gelisah dan hausku pada ilmu…
Pun selalu mau mendengarku berceloteh tanpa henti
tentang Kafka hingga Capra,
tentang Ibn Rusyd hingga Ibn Sina,
tentang bumi hingga langit,
tentang Tauhid dan Makrifat,
pula tentang sebuah kesakralan kasih sayang
dan kesetiaan pada semesta…
. Continue reading

KEBENARAN

Posted in Dear Diary, Philosophy and Education, Poetry (Indonesian), Z - Miscellaneous with tags , , , , , , , on December 21, 2015 by Kanya Puspokusumo

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Ya Allah,
Dalam sebuah perenungan cukup panjang aku belajar,
bahwa dalam setiap cerita dan masalah selalu ada 3 sisi; yaitu sisi pembicara, sisi yang dibicarakan, dan sisi KEBENARAN.
.
Karena itu Ya Allah,
Ijinkan aku untuk selalu berada pada sisi kebenaran, karena aku tahu pasti ini adalah sisi yang selalu Engkau sucikan dari segala dusta dan kebohongan yang meruntuhkan penjagaan iman dan menghapus amal shalih.
. Continue reading

PERENUNGAN

Posted in Poetry (Indonesian) with tags , , , , , , , , , , , , on December 17, 2015 by Kanya Puspokusumo

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Ya Allah,
Mungkin aku bukanlah hambaMu yang terkuat,,,
Namun akan kupastikan bahwa
senyumku selalu terukir
pada setiap badai yang menerjangku.
.
Ya Allah,
Mungkin aku bukanlah hambaMu yang paling berani…
Namun akan kupastikan untuk
menaklukkan setiap rasa takutku
dan terus melangkah lurus menujuMu,
tanpa peduli apapun yang merintangi.
. Continue reading

%d bloggers like this: