Archive for dunia supranatural jepang

SUPERNATURAL WORLD IN JAPAN: Animal with Supernatural Powers

Posted in Culture with tags , , , , , , , , , , , , , , , , , , on April 2, 2015 by Kanya Puspokusumo

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

(Perlu versi bahasa Indonesia? klik di sini)

According to legend, certain animal are created with supernatural powers. They can transform themselves into anything they desire, and can even acquire other magical abilities. The Japanese raccoon (tanuki) and the fox (kitsune) are the most popular animal attributed with magical powers. They have similar roles in folklore. They are pictured as mischievous rogues who often get themselves into trouble. They can, at times, be frightening creatures, and at other moments be capable of making a negative situation positive. Sometimes they are treated as godly figures and become cultural heroes.

The ‘tanuki’ is sometimes seen as a witch, a cannibal monk, or a one-eyed demon who murders his victims with thunder, lightning or earthquakes. It is depicted as a small hairy animal, and it is believed that he can transform into a frightening creature. Sometimes, it can appear as a Buddhist monk dressed in robes as well. Continue reading

Advertisements

DUNIA SUPRANATURAL DI JEPANG

Posted in Culture with tags , , , , , , , on November 15, 2009 by Kanya Puspokusumo

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

1. Mitos versus Logos

Di mata dunia, Jepang sekarang lebih dikenal sebagai negara industri yang semata-mata mendewakan logos (ilmu), teknologi dan rasio, sama seperti umumnya negara-negara industri di Barat. Religi dan kepercayaan pada dunia supranatural sering menjadi sesuatu yang terpisah dan dikesampingkan sampai batas terluar dari kehidupan manusia. Banyak orang Jepang tanpa tedeng aling-aling mengatakan bahwa dirinya tidak beragama dan tidak percaya dengan segala macam yang berbau supranatural. Tetapi benarkah demikian? Benarkah religi dan kepercayaan pada dunia supranatural telah sama sekali lepas dari kehidupan mereka?  Saya pikir tidak. Jika mereka memang sangat tidak percaya dengan hal-hal supranatural, mengapa banyak rumah sakit yang tidak mempunyai lantai empat atau kamar nomor empat? Mengapa angka sembilan dianggap sama sialnya dengan angka empat?  Angka 42 dan 420 pun seringkali dihindari hanya karena berbunyi shi-ni (mati) dan shi-ni-rei (roh orang mati). Hal tersebut menunjukkan bahwa dibalik pengakuan ketidakberagamaannya, bahwa dibalik pemujaannya pada logos, masyarakat Jepang seringkali masih memiliki kepercayaan kuat pada hal-hal supranatural yang berbasis agama (terutama agama Shinto, Budha), mitos, dan tahyul. Continue reading

%d bloggers like this: