Archive for the Z – Miscellaneous Category

KEBENARAN

Posted in Dear Diary, Philosophy and Education, Poetry (Indonesian), Z - Miscellaneous with tags , , , , , , , on December 21, 2015 by Kanya Puspokusumo

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Ya Allah,
Dalam sebuah perenungan cukup panjang aku belajar,
bahwa dalam setiap cerita dan masalah selalu ada 3 sisi; yaitu sisi pembicara, sisi yang dibicarakan, dan sisi KEBENARAN.
.
Karena itu Ya Allah,
Ijinkan aku untuk selalu berada pada sisi kebenaran, karena aku tahu pasti ini adalah sisi yang selalu Engkau sucikan dari segala dusta dan kebohongan yang meruntuhkan penjagaan iman dan menghapus amal shalih.
. Continue reading

Advertisements

HIDUP ADALAH PELAJARAN

Posted in Dear Diary, Z - Miscellaneous with tags , , , , , , on February 3, 2015 by Kanya Puspokusumo

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) itu bermacam-macam. Tidak hanya berupa kekerasan fisik, namun dapat juga berupa kekerasan verbal; misalnya ucapan kasar dan ucapan-ucapan yang ‘menyerang’ dan ‘mematikan’ jati diri korban hingga membuat si korban tertekan secara psikologis karena dipaksa untuk menghilangkan jati dirinya.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, tetapi untuk masalah KDRT verbal dengan ‘menyerang dan ‘mematikan’ jati diri korban, bisa jadi hal tersebut disebabkan karena si pelaku merasa minder dan tidak percaya diri, dan mengira kelebihan yang ada pada diri pasangannya (si korban) bisa mengancam ego dan ‘kedudukannya’ sebagai “Raja”, “Pemimpin”, dan “Imam”, sehingga semua ‘kelebihan’ itu harus ‘dimusnahkan’ dengan cara ‘mengecilkan dan menjatuhkan’ mental si korban habis-habisan… Padahal si korban bisa saja sama sekali tidak pernah berpikir buruk untuk mengancam siapapun.
Continue reading

JADILAH SEBAIK-BAIK PERHIASAN

Posted in Dear Diary, Philosophy and Education, Poetry (Indonesian), Z - Miscellaneous with tags , , , , , , , , , , , , , on January 10, 2015 by Kanya Puspokusumo

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Bagaimana kau mengaku sedang mengejar surga,
jika kehormatan diri pun tak bisa kau jaga?
Bagaimana kau mengaku sedang mengejar surga,
sedangkan kau begitu mudah memberikan yang tak halal sebelum waktunya?
Bagaimana kau mengaku sedang mengejar surga,
jika hijabmu pun tak mampu membuatmu merasa malu
dan takut akan dosa?
Bagaimana kau mampu mengatakan dirimu seorang ibu yang baik,
jika yang kau contohkan pada anak-anakmu adalah hal-hal yang dimurkaiNYA?

Anak-anakmu tak butuh ribuan kata-kata yang kau kutip dari ayat Al Quran,
Anak-anakmu tak butuh ribuan posting kata-kata dakwah di media sosial
jika semua kata itu hanyalah kata-kata yang tak kau patuhi maknanya…
Anak-anakmu hanya perlu teladan.
Ya, mereka hanya perlu teladan Al Quran dan Hadits yang benar-benar kau lakukan dengan kesungguhan hati…

PASANGAN TERBAIK DALAM ISLAM

Posted in Dear Diary, Philosophy and Education, Z - Miscellaneous with tags , , , , , , , , on November 19, 2014 by Kanya Puspokusumo

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Islam sudah menentukan standard dalam memilih pasangan terbaik. Bukan untuk jadi pemilih, tapi karena memang harus memilih; yaitu yang mau sama-sama berkomitmen di jalan Allah dan karena Allah.
Mengapa demikian? Karena seorang istri dan ibu yg berkomitmen di jalan Allah dan karena Allah, maka ia akan menjadi sumber cahaya peradaban dan ketentraman bagi anak dan suaminya; dan seorang suami dan ayah yg berkomitmen di jalan Allah dan karena Allah, maka ia akan menjadi pembuka dan pembimbing jalan menuju Jannah bagi anak dan istrinya…

Namun… Berapa banyak yang mengerti dan mau melaksanakan hal ini? Kebanyakan dari kita lebih suka untuk bersatu karena nafsu dunia dan dengan mudah mencederai setiap komitmen dengan alasan-alasan remeh dan perilaku-perilaku yang dimurkai Allah. Hingga kehancuran pun hanya tinggal menunggu waktu…

Continue reading

UKHUWAH FILLAH ABADAN ABADA

Posted in Dear Diary, Z - Miscellaneous with tags , , , , , , , , , on November 19, 2014 by Kanya Puspokusumo

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Ya Allah, kelilingi aku dengan sahabat-sahabat yang mendekatkanku padaMu, dan jadikan aku sahabat yang mendekatkan mereka padaMu.

Karena sesungguhnya sahabat setia yang shalih/shalihah adalah salah satu rezeki terbesar dan terindah dariMu.

Karena sesungguhnya persahabatan terbaik adalah bersahabat di jalanMu dan karenaMu untuk selama-lamanya (Ukhuwah fillah abadan abada); yaitu persahabatan yang:

AYAH, IBU, MARI KITA MENDIDIK DENGAN KELEMBUTAN HATI

Posted in Dear Diary, Philosophy and Education, Z - Miscellaneous with tags , , , , , , , on October 15, 2014 by Kanya Puspokusumo

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Sekitar 10 tahun yang lalu, Rere (bukan nama sebenarnya), salah seorang sepupu Rayhan (anak saya) dari pihak ayahnya tiba-tiba berbicara kepada saya seperti ini,

“Uwa, Rere boleh tinggal sama uwa aja?”

“Boleh. Tapi harus minta ijin sama ummi dan abahnya Rere ya. Kalau ga, nanti Ummi sama Abahnya Rere sedih dong tiba-tiba ditinggalin Rere.”

“Ga, ummi sama abah ga akan sedih. Mereka ga sayang Rere. Rere mau bunuh diri aja kalau ga boleh tinggal sama Uwa!”

….

Saat itu saya benar-benar terkejut dengan ucapan Rere yang ‘ingin bunuh diri’. Saya pikir, sangat aneh  jika seorang anak berusia 4 tahun sudah punya pikiran mengerikan seperti itu.

Di waktu yang lain, tanpa alasan apapun, Rere tiba-tiba mendorong Rayhan  hingga terjatuh ke got di belakang rumah. Kepala Rayhan terantuk pinggiran got hingga harus mendapat 4 jahitan.  Ketika ditanya mengapa ia mendorong Rayhan seperti itu, jawabannya sangat singkat dan dingin tanpa merasa bersalah, “Biarin aja.”

Melihat kenyataan ini, sembari menjauhkan Rayhan dari Rere untuk sementara waktu (saya takut terjadi sesuatu yang lebih buruk), saya pun mulai menyelidiki mengapa Rere sampai bisa memiliki perilaku ‘aneh’ seperti itu. Continue reading

AL- UMMU MADRASATUL ‘ULA (Ibu adalah sekolah pertama)

Posted in Dear Diary, Philosophy and Education, Z - Miscellaneous with tags , , , , , , , on October 15, 2014 by Kanya Puspokusumo

Back to HOME  –  ABOUT KANYA


“karena wanita adalah sumber cahaya peradaban”

 

Beberapa waktu yang lalu, dalam sebuah kelas parenting, saya pernah mendadak diminta berbicara tentang sosok ibu. Sejenak saya tertegun, karena saya pun merasa masih banyak yang harus saya pelajari untuk menjadi seorang ibu terbaik; yaitu ibu yang mampu mengantarkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang shalih/shalihah.

Akhirnya saya memutuskan untuk mengawalinya dengan menceritakan pengalaman bagaimana ibu saya berusaha keras mendidik saya menjadi  seorang wanita dan ibu yang tak pernah lepas dari jalan Allah.

Saya beruntung memiliki seorang ibu yang cerdas dan berpendidikan cukup tinggi bagi wanita di masanya. Ibu jebolan Fakultas Hukum Unpad, walaupun hanya sampai tingkat 3 (dulu namanya Sarjana Muda). Hal itu membuatnya memiliki wawasan yang luas melebihi wanita-wanita pada umumnya saat itu. Kemampuannya berbicara dalam beberapa bahasa asing pun menjadi nilai plus. Continue reading

%d bloggers like this: