TENTANG PENERJEMAHAN

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Kata Yoko Tawada, seorang novelis Jepang yang tinggal di Jerman, ketika menulis sesuatu dalam bahasa asing, maka sebaiknya tidak perlu memusingkan apa kata yang tepat, melainkan cukup dirasakan dan diputuskan.
.
Menurut saya, proses menerjemahkan pun mirip seperti itu. Seringkali kita tidak perlu terlalu memusingkan harus bagaimana sebuah kata atau kalimat diterjemahkan ke dalam bahasa asing, melainkan cukup dirasakan dan diputuskan. Jangan pernah bertanya mengapa sebuah kata atau kalimat harus diterjemahkan demikian, misalnya. Jangan pernah pula menyalahkan mengapa sebuah kata dalam bahasa sumber ada kalanya tidak diterjemahkan menjadi kata yang sama dalam bahasa sasaran.
.
Biarkan saja jiwa dan rasa bahasa menjelajah dengan bebas, dari budaya sumber menuju budaya sasaran. Perjalanan yang mulus dari satu budaya ke budaya lainnya itulah yang akan membuat sebuah kata/kalimat dengan sendirinya akan sampai pada terjemahan yang tepat, indah, dan dipahami; baik oleh pemilik budaya sumber maupun oleh pemilik budaya sasaran.
.
Ya, bahasa itu memang masalah budaya dan jiwa; dan terjemahan adalah masalah pemindahan budaya dan jiwa. Ia tidak akan berhasil ‘bertahan hidup’ jika kita memperlakukannya seperti perhitungan angka yang kaku. Ia akan mati jika kita tak mengijinkannya menjadi diri sendiri.
.
:::catatan kecil dari penerjemah yang belum andal
.
-Kanya Puspokusumo-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: