KONTEMPLASI 6

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Jika nyawamu tak terancam,
Jika masih ada kemungkinan untuk diskusi mencari solusi dengan kepala dingin,
Jika masih ada niat dan kemungkinan saling memperbaiki diri di jalan Allah,
Lebih baik bersabarlah
dan tidak mengatakan apapun yang buruk tentang pasanganmu…
.
Cinta dalam Islam itu komitmen
Bukan hanya komitmen pada kesetiaan,
melainkan juga komitmen untuk saling melindungi, memaafkan, dan menyayangi di jalan Allah…
Dan semua komitmen itu harus dilakukan bersama-sama,
tak bisa sendirian…
.
Dan jika benar hanya Allah yang mengikatkan komitmen di antara engkau dan pasanganmu,
maka tentunya tak mudah untuk mengatakan ‘minta cerai’ atau ‘talak’ untuk hal-hal sepele…
.
Jika benar hanya Allah yang mengikatkan komitmen antara engkau dan pasanganmu,
maka kau tak akan pernah mudah untuk meninggalkan pasanganmu untuk hal-hal yang tak begitu jelas permasalahannya…
.
Karena seorang SUAMI yang benar-benar mengikatkan komitmennya pada Allah,
ia akan paham beratnya tanggung jawab menjadi imam dan membangun keluarga,
ia akan paham bahwa badai yang datang adalah ujian
yang seharusnya semakin menguatkan hubungan,
bukan mencerai berainya…
Sehingga ia pun akan lebih suka berintrospeksi diri daripada melulu menyalahkan pasangannya,
Sehingga ia pun akan lebih suka menasihati di jalan Allah dengan kelembutan namun tegas,
bukan dengan kekerasan ataupun pembiaran…
Ia pun tak kan menyegerakan talak tanpa alasan yang sangat kuat,
karena ia paham bahwa
ujian adalah sarana untuk semakin memperkuat iman dan ketakwaannya,
bukan untuk begitu mudahnya kabur dari masalah…
Lagipula, bagaimana bisa engkau mudah menyerah pada keburukan pasanganmu dan menyerah pada ujian pertama,
padahal dalam dirimu pun bisa jadi banyak keburukan yang membuat pasanganmu menderita…
Jika selama ini pasanganmu mampu bersabar dengan ujian berupa keburukanmu,
mengapa kau tidak?
.
Karena seorang ISTRI yang benar-benar mengikatkan komitmennya pada Allah,
ia akan paham bagaimana menjaga kehormatan dan kesuciannya,
ia akan paham beratnya tanggung jawab menjadi pendamping seorang lelaki yang siap menjaga dan melindungi di jalan Allah…
ia akan paham bahwa badai yang datang adalah ujian
yang seharusnya semakin menguatkan hubungan,
bukan mencerai berainya…
Sehingga ia pun akan lebih suka berintrospeksi diri daripada melulu menyalahkan pasangannya,
Sehingga ia pun akan lebih suka menasihati di jalan Allah dengan kelembutan dan kasih sayang,
bukan dengan melecehkan harga diri pasangannya…
Ia pun tak kan pernah meminta cerai tanpa alasan yang sangat kuat,
karena ia paham bahwa
ujian adalah sarana untuk semakin memperkuat iman dan ketakwaannya,
bukan untuk begitu mudahnya kabur dari masalah…
Lagipula, bagaimana bisa engkau mudah menyerah pada keburukan pasanganmu dan menyerah pada ujian pertama,
padahal dalam dirimu pun bisa jadi banyak keburukan yang membuat pasanganmu menderita…
Jika selama ini pasanganmu mampu bersabar dengan ujian berupa keburukanmu,
mengapa kau tidak?
.
Jadi…
Jika nyawamu tak terancam,
Jika masih ada kemungkinan untuk diskusi mencari solusi dengan kepala dingin,
Jika masih ada niat dan kemungkinan saling memperbaiki diri di jalan Allah,
Lebih baik bersabarlah
dan tidak mengatakan apapun yang buruk tentang pasanganmu…
.
Karena sekali saja kau membuka aib pasanganmu pada dunia ,
maka kau sama saja seperti sedang meniup bunga rumput,
yang setiap helainya akan segera pergi
tanpa dapat kau kumpulkan lagi…
.
Sehingga jika aib itu benar,
maka sama saja kau sedang menelanjangi pakaianmu sendiri,
yang seharusnya kau biarkan tetap tertutup dan terlindungi…
.
Dan jika yang kau sebarkan tidak benar
atau hanya prasangkamu saja,
maka sama saja kau seperti sedang
‘memakan daging’ saudaramu sendiri
yang seharusnya kau jaga dengan nyawamu…
.
Cinta dalam Islam itu komitmen
Bukan hanya komitmen pada kesetiaan,
melainkan juga komitmen untuk saling melindungi, memaafkan, dan menyayangi di jalan Allah…
Dan semua komitmen itu harus dilakukan bersama-sama,
tak bisa sendirian…
‪#‎KanyaPuspokusumo‬

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :