HIDUP

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Hidup seringkali berbisik pada jiwa,
sering pula berkata pada hati nurani…
Tentang indahnya sebuah perjalanan
menuju Sang Abadi,
tanpa kita campuri dengan maksiat
dan kepentingan duniawi semata…
Namun kita seringkali enggan
atau merasa tak punya waktu
untuk mendengarkan…
Sehingga hidup pun murka,
lalu mendorong kita hingga jatuh,
t e r l u k a…
.
Setelah terluka,
mungkin untuk sesaat kita sadar,
lalu kita sibuk mengasah telinga hati dan jiwa
agar mampu mendengarkan keinginan Sang Hidup…
.
Namun nafsu dunia
memang terlalu sulit untuk diabaikan.
Ia terlalu menyilaukan
bagi hati dan jiwa yang masih setengah-setengah!
.
Lalu…
Kita pun kembali tuli dan
lumpuh hati nurani…
Kita kembali tak mampu memilih
mana yang terbaik untuk akhirat:
Apakah dia yang memiliki ketampanan/kecantikan fisik,
atau dia yang tak lelah mengajakmu di jalan Allah
dengan sebenar-benarnya ajakan (bukan hanya di mulut semata)?
***(menjauhlah dariku wahai orang-orang munafik!)***
.
Kita kembali tak mampu memilih
mana yang terbaik untuk akhirat:
Apakah dia yang memperlakukan kita
dengan sebaik-baik perlakuan dan cinta yang tulus,
ataukah dia yang mendekati kita
hanya jika ada kepentingan,
dan segera pergi bagai pengecut
ketika kita dilihatnya tak bisa memberi apa-apa?
***(menjauhlah dariku wahai para oportunis dan pencari keuntungan!)***
.
Kita sering menjadi tuli dan lumpuh hati nurani…
Hingga hidup pun kembali murka.
dan akhirnya mendorong kita hingga jatuh lebih keras,
t e r l u k a lebih p a r a h…
dan akhirnya kita pun terbelenggu lingkaran setan
yang selalu berulang
tanpa ada penyelesaian…
.
Hanya jiwa yang penuh (bukan setengah-setengah)
yang mampu keluar dari lingkaran setan itu.
Hanya jiwa yang tulus
yang mampu melihat sesuatu atau seseorang
dari kacamata nurani
bukan dari mata yang ada di kepala saja…
Hanya jiwa yang telah menggenapi dirinya
dengan sebenar-benarnya keyakinan kepada Allah
yang akan membuat Sang Hidup kehilangan murkanya
dan membuatnya tersenyum dengan cahaya surgawi…
.
Inilah pilihan yang harus kita ambil salah satu diantaranya:
Menjadi manusia yang dimurkai Sang Hidup
yang terjerat lingkaran setan hingga akhir masa,
ataukah menjadi manusia yang
membuat Sang Hidup selalu tersenyum?
Pilihanmu akan menentukan siapa dirimu!
,
‪#‎KanyaPuspokusumo‬

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :