SIMPAN AKU DALAM HATIMU

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Simpan Aku dalam Hatimu

« … Dari seringnya berdiskusi dan berdialog dengan Radu, semakin lama pemikiran kami pun semakin bisa berkompromi. Dari segi sifat, kami tetap sangat berbeda. Namun pada saat itu, kami sudah sangat bisa melihat perbedaan itu sebagai alat untuk saling melengkapi. Bukan sebagai hal yang harus dipertengkarkan atau diperdebatkan.
Keadaan itu membuat perasaan di antara kami perlahan-lahan berubah. Sedikit demi sedikit kami menjadi saling mencintai. Sangat dalam. Tuhan saat itu rupanya ingin mengajariku bahwa dari perbedaan yang sangat besar dapat lahir sebuah cinta sejati.

Hubunganku dengan Radu pun membuatku menjadi sangat mengerti bahwa kenyamanan dalam suatu hubungan adalah ketika membiarkan pasangan kita menjadi dirinya sendiri. Kompromi-kompromi memang harus tetap ada, tetapi kompromi itu harus lebih didasari keinginan tulus kami untuk saling membahagiakan pasangan. Kami sama-sama lebih suka untuk berpikir ‘apa yang dapat kami berikan’, bukan berpikir ‘apa yang dapat kami tuntut’. Kalaupun ada di antara kami yang harus berubah, perubahan itu harus dilakukan atas dasar jalan Tuhan, bukan karena ego kami menginginkannya.

Pemikiran dan prinsip seperti ini membuat cinta kami bersih dari segala kekejian yang mengatasnamakan cinta dan kasih sayang. Tak pernah ada pemaksaan, tak pernah ada permintaan ungkapan kasih sayang yang menyalahi aturan moral. Kami sama-sama mengerti bahwa kasih sayang dan cinta sejati tak mungkin meminta hal-hal yang dapat merusak orang yang kita cintai. Aku tak kan memungkiri bahwa kami pun memiliki nafsu. Bagaimanapun kami masih manusia biasa yang pasti memiliki nafsu. Tetapi, kami berdua sangat paham bahwa manusia pun diberi kemampuan untuk dapat memilih berdasarkan akal dan nuraninya. Jadi, jika akal dan nurani kita dapat mengatur diri dan perilaku kita untuk memilih hal yang baik menurut Tuhan, maka mengapa kita memaksakan diri memilih jalan yang tidak direstui Tuhan? Berkaitan dengan hal tersebut, tindakan Radu yang paling jauh terhadapku adalah hanya mencium punggung tangan dan keningku dengan rasa hormat. Aku pun hanya begitu terhadapnya; mencium punggung tangannya dengan rasa hormat. Tak ada tindakan lebih….. Kami benar-benar saling menghargai….

Cintaku dan Radu seperti sekerat kecil spons berdaya hisap tinggi yang mampu menampung air kasih sayang melebihi besar tubuhnya. Dan seperti sekerat spons, hati kami pun mampu memancarkan kasih sayang dengan deras dan mampu membasahi setiap sel yang ada dalam hati dan jiwa kami dengan kasih sayang. Murni….
Semua itu membuatku merasa aman, nyaman, dan terlindungi. Yang mampu memisahkan kami hanyalah kehendak Tuhan… »

#KutipanNovel_SimpanAku DalamHatimu

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :