ONE NIGHT IN VIENNA

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

One Night in Vienna

“Hal paling mengerikan dari sebuah ingatan adalah ketika akhirnya kau mampu mengingat, namun kau tak bisa mengatakannya, karena kau takut keterusterangan itu akan membuatmu berharap pada sesuatu yang sudah terkubur begitu lama…”

“Aku inginkan seseorang yang tak pernah pergi, terutama pada saat aku berada di titik paling lemah. Karena pada saat itulah cinta dan kesetiaan benar-benar diuji. Dan itu bukan kau…
Bagimu, aku harus selalu jadi manusia sempurna yang bisa kau kagumi. Aku tak boleh sakit, tak boleh terluka.
Kau lupa, Fabian, bahwa aku pun hanya manusia biasa. Sama sepertimu.
Kini, salahkah aku jika aku mencintai orang lain yang jelas-jelas selalu ada di sampingku ketika aku berada di titik paling lemah? Ia tak pernah peduli dengan semua ‘kehebatanku’ di luar sana. Yang ia pedulikan hanya satu, yaitu jiwaku. Ya, ia mencintai jiwaku, bukan mencintai semua atribut dan gelar duniawi yang menempel pada diriku!”

“Kau meniup bunga rumput begitu kuat, hingga setiap helainya pergi bersama angin. Lalu, kini kau ingin memanggil setiap helainya kembali? Kau kira itu mudah?…”

#KutipanCerpen_OneNightInVienna

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: