DENGAN JEMARI AKU BICARA

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Aku ingin menulis, Ya Allah

Karena aku tak pernah pandai bicara.

Lisanku tak lulus SMA,

lisanku tak pernah jadi mahasiswa..

 

Aku lebih pandai menuangkan hati dan pikiranku melalui jemari.

 

Dengan jemari aku bicara, Ya Allah.

tentang betapa sakitnya melepaskan sesuatu yang kita cintai

tentang betapa sakitnya kehilangan sesuatu yang kita inginkan

 

Sakit Sekali.

 

Namun aku percaya. Sangat percaya.

Akan lebih menyakitkan lagi jika aku tak mematuhi ketentuanMU.

 

Aku percaya. Sangat percaya.

Aku tak pernah bisa tersenyum tanpa kesadaran bahwa Kau-lah yang membuatku tersenyum.

 

Aku percaya. Sangat percaya.

Bahwa aku tak kan pernah bisa hidup tanpa belas kasihMU.

 

Aku percaya. Sangat percaya.

Bahwa keberhasilan hidupku tak kan ada tanpa ijinMU.

 

Maafkan aku, Ya Allah.

Maafkan aku…

 

Dengan jemari ini aku bicara, Ya Allah

Telah begitu lama aku mengabaikanMU.

Aku telah lancang mencintai sesuatu melebihi kecintaanku padaMU

Aku telah lancang mementingkan sesuatu melebihi yang seharusnya.

 

Namun dalam kelancanganku itu,

ternyata Kau tetap memberiku rizki.

Kau tetap menyediakan makanan yang mungkin tak seharusnya aku makan.

Kau memberiku sepasang mata untuk melihat sesuatu yang mungkin tak seharusnya kulihat.

Kau memberiku telinga untuk mendengar sesuatu yang mungkin tak seharusnya kudengar.

Kau memberiku mulut untuk mengatakan sesuatu yang mungkin tak seharusnya kukatakan.

Kau memberiku indra peraba untuk menyentuh sesuatu yang mungkin tak seharusnya kusentuh.

 

Dalam kelancanganku,

Kau tetap memberiku udara untuk bernafas.

 

Padahal aku begitu lancang…

Angan-angan telah menjebakku dalam kenikmatan dunia

Angan-angan telah membuat hidupku sibuk tak bertujuan

Aku begitu sibuk dengan diriku sendiri, Ya Allah…

 

Aku tak kan pernah bisa memaafkan diriku sendiri jika ini terjadi lagi, Ya Allah.

 

Aku malu, Ya Allah.

Aku malu…

 

Astaghfirullaahal ‘azhiim!

Astaghfirullaahal ‘azhiim!

Astaghfirullaahal ‘azhiim!

 

Bagaimana aku bisa begitu lancang kepadaMU?

Aku begitu sombong!

tak pernah cukup bersyukur!

 

Namun aku percaya. Sangat percaya, Ya Allah

Bahwa Kau adalah Sang Pemberi Maaf dan Ampunan.

Maka ampunilah semua dosaku di masa lalu, di masa sekarang, dan di masa yang akan datang…

 

Astaghfirullaaha rabbii min kulli dzanbin wa-atuubu ilaihi…

Astaghfirullaaha rabbii min kulli dzanbin wa-atuubu ilaihi…

Astaghfirullaaha rabbii min kulli dzanbin wa-atuubu ilaihi..

 

Sucikanlah jiwaku, Ya Allah.

Sucikanlah jiwaku…

 

Lalu dengan jemariku aku bicara…

Dalam sisa hidupku yang singkat ini, Ya Allah…

Aku memohon dengan seluruh jiwaku.

Ijinkan aku mengabdikan diriku untuk

menjadi penerang bagi yang gelap,

menjadi penghibur bagi yang duka,

penyembuh bagi yang sakit,

pembela bagi yang tersakiti,

penyayang bagi sesama,

menjadi pendamping bagi yang merasa sendiri,

dan menjadi sahabat sejati bagi hamba yang Kau cintai…

 

Jadikan aku wanita shalihah, Ya Allah

Jadikan aku wanita shalihah…

Jadikan aku wanita shalihah…

Anugerahi aku dengan Jannatul Firdaus…

 

Sehinga…

Ketika tiba saatnya aku menghadapMU

Aku percaya Kau akan membuatku

menjadi salah satu bidadari surgaMU…

 

Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin…

 

 

*sebuahtafakkurpanjangdarimalamhinggafajar

 

 

Bandung, 30 Agustus 2013

 

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :