PUISI-PUISI KANYA DEVI 3

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

QUE SAIS-JE?

Maka detik-detik pun membaringkan dirinya di atas altar

menemani relung-relung yang terurai mencari makna

meninggalkan waktu yang terkesiap

membumikan satu kata yang tak berani terucap

Apa yang kutahu?

Langkah-langkah pun terentang

pada perjalanan si pencari

merencah esensi yang tak hendak terkungkung aturan

menjemput kelam yang masih termaafkan

namun….

Apa yang kutahu?

Detik-detik pun kemudian bangkit dari pembaringannya

‘tuk membalik risalah yang telah terlewati masa

menelanjangi tabir yang senantiasa enggan menanggalkan pakaiannya

di tengah panggung yang tak bernama

Apa yang kutahu?

Detik lalu bergemerincing

meniti waktu satu demi satu

mengibas jiwa yang merenung dalam hening

hingga terkobar dalam merahnya

namun…

Apa yang kutahu?

Lalu senandung itu tiba-tiba menyergap

menatap jeli pada sukma putih yang tak rela terganggu

namun…

Apakah aku harus tahu??

Detik pun kemudian terlelahkan

sepenat perjalanan hati yang tak jua sampai pada tujuan

hanya harap dan keyakinan yang menjadi kafan

menemani ajal yang telah tertulis sebelum terlahir

Benarkah aku harus tahu??

Maka nisan pun terpancang

mengarak detik yang hendak berbaring kembali di atas altar

menyelimuti sukma yang naif tentang cinta sejati

lalu berteriak melangit pada senja yang menghitam,

“TIDAK, AKU TAK MAU TAHU!”

Dans le veritable amour

c’est l’ame qui enveloppe le corps…..

Bandung, 14 September 2007

BEYOND GOOD AND EVIL1)

Kata siapa iblis suka dengan perannya?

Kita hanya bisa menduga…

Seperti juga mengapa Maria Zaitun2) jadi lonte?

(sampai pastor mungkret di balik bilik mendengar pengakuan dosanya)

Mengapa sebuah pesta identik dengan suka?

(Salahkah kita jika memestakan kematian?)

sacrifizio dell’intelletto 3)

(ampuhkan sumpahnya)

advocatus dei; advocatus diaboli4)

(dua sisi yang bertentangan)

Tubuh-tubuh yang tersimpan dalam keranda,

(apa yang mereka alami di sana?)

Perjuangan seorang pertapa,

(mengapa ia harus menahan lapar?)

Sum ergo cogito; cogito ergo sum

(bikin saja sendiri logika yang kau suka!!!)

Bercermin di kaca-kaca terbalik yang tak memantul raga

(cuma filsuf  yang mau melakukan dan memaknainya)

Kita hanya bisa menduga….

Karena dibalik dunia yang tampak seperti peta yang mudah terurai,

di luar batas kebaikan dan keburukan,

selalu ada yang tak terjangkau….

Dan di sudut sana,

iman tertunduk memahami…

14 September 2007

1) meniru judul buku Friedrich Nietzsche (1844 – 1900), filsuf berkebangsaan Jerman

2) tokoh dalam puisi Nyanyian Angsa (dari antologi puisi Blues untuk Bonnie), karya W.S. Rendra

3) pengorbanan kaum pandai, bagian tugas yang diemban kaum Yesuit untuk melakukan sumpah setia

4)advocatus dei: Pengacara Tuhan; advocatus diaboli: Pengacara Iblis

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :