PUISI-PUISI KANYA DEVI 1

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

REFLECTION

“Aku tak pernah bahagia,” katamu

“Aku tak pernah puas dengan hidupku,” katamu

“Aku tak punya cinta,” katamu

“Takdir yang membuatku jadi begini,” katamu

“Tuhan memberi alur buruk untukku,” katamu

Lalu sesudahnya…

Kadang kau tertawa,

Kadang seribu serapah meluncur,

Kadang kulihat kau terdiam sedih

Aku pun diam.

Mendengarmu.

Memandangimu.

Mencoba memahami setiap katamu

Mencoba merefleksikan katamu pada diriku sendiri

Lalu aku melihat…

Alur hidupku yang selalu bergejolak

Masa laluku yang terhempas

Masa laluku yang tersakiti

Masa laluku yang terfitnah

Masa laluku yang terhancurkan

Jadi puing

Hingga mendekati ajal….

Namun…

Aku tak mau katakan tak pernah bahagia

Aku tak mau katakan tak puas

Aku tak mau katakan tak punya cinta

Aku tak mau salahkan takdir

Aku tak mau salahkan Tuhan

Karena aku yakin….

Tuhan tak pernah inginkan keburukan

Tuhan selalu sayangi kita

Tuhan selalu bersama kita

Kitalah yang seringkali berburuk sangka padaNya….

(Damai dan bahagia adalah bagi orang yang mampu menerima

segala kuasa Tuhan apa adanya

dan berusaha terus berjalan di jalanNya tanpa pernah lelah….)

From: Berlari menuju Cahaya – Antologi Puisi

2007

TIGA MASA

Ingin kuberpikir hanya HARI INI

karena itulah cara yang termudah

‘tuk jalani kehidupan.

Namun kutahu hari ini tak kan pernah ada

jika tak ada MASA LALU…

Maka kuajak masa lalu menemani hari ini,

kujadikan masa lalu sebagai guru bagi hari ini,

kujalani hari ini dengan bekal masa lalu.

Namun di penghujung hari,

kurasakan kegamangan menyambut hari esok,

« Apakah yang kan terjadi esok jika

kulakukan hal-hal yang kulakukan hari ini? »

Maka kuajak MASA DEPAN,

‘tuk temani masa lalu dan hari ini

Kujadikan masa depan sebagai orang bijak

yang mampu mempertimbangkan semua

kemungkinan baik-buruk yang kan terjadi jika

kulakukan ini dan itu pada hari ini…

Lalu…

barulah kudapat jalani hidupku dengan penuh keyakinan

bersama tiga masa….

MASA LALU – HARI INI – MASA DEPAN

Pelajaran – Perjalanan – Harapan

(Masa lalu tanpa hari ini dan masa depan adalah keluh kesah;

Hari ini tanpa masa lalu dan masa depan adalah kesombongan;

Masa depan tanpa masa lalu dan hari ini adalah mimpi….)

RAMADHAN IS COMING

Ramadhan is coming

Less than a week till it come
Let us make the most of the month
For it is not here for long.
Ramadhan is coming
Only a few days left till it come
Let’s clean up our mind and soul

For it is not here for long

Ramadhan is coming

Only few days away till it come

Let us make the most of the month

For it is not here for long….

( May Allah SWT bless us and grant us Jannatul Firdaus,
May Allah SWT open the gate of Ar-Raihan for us.

Insya Allah..)

August 2008

Sacré Bleu!!

Lalu muak pun menyelimuti hati…

Kemuakan luar biasa

yang mungkin hanya tinggal menunggu waktu
untuk berteriak.
Kemuakan luar biasa yang

kadang membuatku terpaksa bertanya padaMu,

« Dunia seperti apa yang sedang Kau perlhatkan padaku saat ini?
Apakah ini dunia tempat hati nurani sedang tercabik-cabik?
Hingga hati nurani tak mampu lagi memilah

dan mengidentifikasikan kebenaran dan kesalahan hakiki?
Hingga si salah menjadi si benar
Si benar menjadi si salah
Si salah menjadi putih dan
Si benar menjadi hitam???
Lalu di antara kerancuan hitam dan putih itu, ada si abu-abu.
Abu – abu yang tak punya keberanian memastikan langkah,
Abu – abu yang tak bernyali untuk ikuti salah satu;
Ikuti si hitam?
Atau ikuti si putih?

DIAM.
Hanya diam.

Ada pula abu-abu yang menunggu pemenang
antara hitam dan putih……
Hanya untuk mencari kesenangan.

Di manakah seharusnya ketakutan ditempatkan?
pada penguasa atau PENGUASA?

Di manakah seharusnya kesetiaan ditempatkan?
Pada pemilik atau PEMILIK?

Di manakah seharusnya kasih sayang diletakkan
pada pemberi atau PEMBERI?

Aku?
Aku hanya ingin memilih tempatMu,
Wahai PENGUASA, dan PEMILIK, dan PEMBERI…..

 

BUAT ADIK KECIL

Adik kecil,
Tataplah cakrawala yang membingkai padang rumput luas…
Mampukah kau melihatnya sebagai
perumpamaan hidup?
Kita tidak pernah tahu apa yang akan muncul dari batas bingkai itu;
Mungkin sebuah titik yang membesar menjadi sekawanan biri-biri gemuk,
Mungkin sebuah titik yang membesar menjadi sebuah gerobak reot yang ditarik oleh lembu kurang makan,
Mungkin muncul angin chinook yang penuh harapan,
Mungkin muncul badai…..

TAK TAHU.
Kita hanya dapat menaruh harapan pada ratusan ketidakpastian.

Namun, adik kecil
Apapun ketidakpastian itu,
Yakinlah….
Tuhan selalu memberi yang terbaik.

PEMAKNAAN CINTA

Cinta mungkin tak kan

pernah bisa benar-benar terjabarkan dan terdefinisikan dengan kata-kata….

Tetapi jika hari-harimu yang sebelumnya kering kemudian terasa ‘terisi’ dengan

pengharapan sejak kehadirannya, itulah bagian dari cinta….

Jika hari-harimu yang sebelumnya tak punya semangat hidup kemudian semangat hidup itu kembali sejak kehadirannya, itulah bagian dari cinta….

Jika hari-harimu yang sebelumnya tak punya tujuan jelas kemudian tujuan itu tiba-tiba kembali di hadapanmu sejak kehadirannya, itulah bagian dari cinta….

Jika kau mampu mengungkapkan semua hal yang sebelumnya tak pernah diceritakan pada siapapun kecuali padanya, itulah bagian dari cinta….

Jika kau mampu mengatakan semua kekuranganmu tanpa takut dia akan meninggalkanmu, itulah bagian dari cinta….

Jika kau merasa cita-cita dan impianmu akan terwujud dengan lebih baik jika bersamanya, itulah bagian dari cinta…..

Jika kau merasa kekuranganmu akan terisi dengan kelebihannya, itulah bagian dari cinta….

Jika kegelisahanmu sedikit terkurangi sejak kehadirannya, itulah bagian dari cinta…

Cinta mungkin tak pernah berbicara banyak….

Cinta mungkin selalu memilih untuk tumbuh dalam diam seperti benih…

Cinta tak terukur oleh penala, penggaris, thermometer, dan sebagainya…

Cinta pun mungkin tak selalu perlu nafsu untuk mengungkapkan dirinya

Tapi yang pasti cinta tak semata-mata anugerah Tuhan yang datang begitu saja,

Cinta adalah anugerah Tuhan yang hanya akan datang pada orang yang percaya pada cinta itu sendiri

Cinta sejati adalah anugerah Tuhan yang hanya akan datang pada orang yang percaya bahwa cinta yang terbaik adalah cinta yang merelakan dirinya berjalan lurus menuju Tuhan,

Dan dalam cinta terbaik selalu ada kasih Tuhan yang memberkatinya….

SATU SENJA DI SANTO RAFAEL

(In memoriam: JMF)

Mataku perlahan menjadi telaga,

Mengurai kenang yang tak rela terputus;

Kau selalu pahami nyeriku seperti kau pahami sehatku

Kau pahami sedihku seperti kau pahami riangku

Kau pahami kerasku seperti kau pahami lemahku

Kau pahami kecewaku seperti kau pahami bahagiaku

Kau pahami sepiku seperti kau pahami ramaiku

Kau pahami dinginku seperti kau pahami hangatku

Kau pahami galauku seperti kau pahami tenangku

Kau pahami diamku seperti kau pahami bicaraku…

Maka aku pun tersentuh pada sosokmu

yang selalu berusaha menggapai surya dikegelapan

dengan cinta yang mengalir deras,

Cinta penuh damai yang tak pernah tenggelam,

yang tak lapuk termakan ruang dan waktu,

yang tak habis walau aku hampir tak pernah punya kembalian,

Kau hanya ingin memangku sayang pada dekat,

di pundi gelembung hati,

menghangati setiap serabut syarafku,

hingga Tuhan memanggilmu,

di satu senja di Santo Rafael…

Amsterdam, 2008

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :