SANG ANGIN

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

untuk: engkau…..

Jika kau rela memandang

pada fajar yang menyergap hari,

mungkin kan kau lihat merahku

membersit, sewarna rona

merengkuh, sehangat mentari

Jika kau rela mendengar

nyanyian burung di pagi hari,

mungkin kan kau dengar pula

girang yang menyelimuti hati

setiap kali kau menyapaku

Jika kau rela mengayunkan langkah

bersamaku dalam basahnya embun,

mungkin kau akan mengerti

hijau-biru rasa diantara kata

yang terucap disetiap tawa dan tangisku

Namun kaulah sang Angin,

yang begitu jauh

dan semakin menjauh

setiap kali tangan-tangan kasihku

berusaha menggapaimu

Aku mencoba mengejarmu

dalam sempitnya waktu

Namun kaulah sang Angin,

yang begitu jauh

dan semakin menjauh

setiap kali tangan-tangan kasihku

berusaha menggapaimu

Aku mencoba menyamaimu,

dalam hijaunya daunan alam

Namun kaulah sang Angin,

yang begitu jauh

dan semakin menjauh

setiap kali tangan-tangan kasihku

berusaha menggapaimu

Kadang aku merasa mampu

melihat hari esok bersamamu

namun semua itu dengan segera memudar

karena kaulah sang Angin,

yang begitu jauh

dan semakin menjauh

setiap kali tangan-tangan kasihku

berusaha menggapaimu

Kadang kupenuhi kepalaku dengan angan

tentang hari-hari yang

pernah, sedang, dan akan kujalani

dimana kau selalu menjadi bagiannya

Namun kaulah sang Angin,

yang begitu jauh

dan semakin menjauh

setiap kali tangan-tangan kasihku

berusaha menggapaimu

Kukelilingi dunia

hanya untuk memahami lebih dalam

tentang hakekat cinta

tentang hakekat persahabatan

tentang hakekat ketulusan

yang mungkin ada padamu

dan yang akan kuberikan padamu: SEUTUHNYA.

Namun kaulah sang Angin,

yang begitu jauh

dan semakin menjauh

setiap kali tangan-tangan kasihku

berusaha menggapaimu

Kuingin kau mengerti bagaimana mula musim semi

musim warna

musim cinta

musim bunga

daunan yang mulai tumbuh

menghijau

Namun kaulah sang Angin,

yang begitu jauh

dan semakin menjauh

setiap kali tangan-tangan kasihku

berusaha menggapaimu

Lalu kurasakan tanganku bagai menggenggam pasir

yang berebutan meninggalkanku

ketika genggamanku terkepal semakin kuat

Aku pun mencoba bertambat pada desau,

namun ia hanya mampu mengucapkan cinta

dengan bisikannya yang hampir tak terdengar.

Gamang.

Galau.

Resah.

Salamku pada sang Angin,

serupa diri yang berbatas-batas

dalam benteng-benteng yang seolah tak terjamah

sembari mulai meyakini bahwa rasaku tak pernah salah:

kau pun sebenarnya mulai mencintaiku…

namun kaulah sang Angin,

yang selalu memilih untuk menjauh

dan semakin menjauh

setiap kali tangan-tangan kasihku

berusaha menggapaimu

walau kutahu kau pun mulai merindukanku

Lalu pada satu saat, begitulah…

aku hanya mampu berharap dan

mengguratkan pesan di penghujung waktu yang

mungkin tak sanggup lagi menungguku,

“Berhentilah bertiup, Anginku..

Mendekatlah.

Rengkuhlah aku dalam desirmu,

pula dalam badaimu…

Jadikan aku wanita yang kau cintai,

dengan cinta yang sederhana namun abadi,

cinta dalam suka,

cinta dalam duka,

yang bertadah pada tentram

yang bermuara pada kasih Sang Rabb…

Lalu katakan semua itu padaku.

Katakan.

Hanya padaku.

Lalu setelah itu…

demi cintaku padamu,

dan demi kesucian nama sang Maha Penyayang,

biarkan aku mengabdi padamu…. SELAMANYA….”

Semoga kau mengerti…

Juli 2009

5 Réponses to “SANG ANGIN”

  1. masya ALLOH ini indah.

    J'aime

  2. aku yg dahulu membenci nama asalku
    pemberian ayahku ?
    nama itu brrti sangat jahat & kejam

    sekarang aku sudah tau,, kenapa aku berbeda ?
    syair ini menginspirasiku
    mengajariku
    meneguhkanku

    aku yg sekarang sudah tak lagi dingin
    & betah ut bertahan
    syukron katsiron

    Ramadhan Taufan

    J'aime

  3. dlu ana pernah ngbaca syair ini & owner blog’y mba devi … apa benar ?
    iya awal tahun 2009 ,,,ana pun menulis tangan teks ini krn kesederhanaan’y
    ini alami & detail’y penuh kejujuran
    … mungkin ana orang pertama selain penulis yg terharu stlh membaca ini
    gk lain ?
    y krn nma ana
    Ar Riyakh ;; Angin
    & ayah gk salah ngberi nma buat ana
    lalu jadilah ana sOrg yg dingin
    … ana pun mencari tiap tulisan/artikel yg mampu ngbuatku teguh
    & ana nemu ini,,tulisan ini
    ini indah ,, jazakiLLAH khoir telah menginspirasi

    J'aime

    • Kanya Puspokusumo Says:

      Iya, Alhamdulillah ini asli karya saya sendiri. Nama saya Kanya Varistha Devi Puspokusumo. Nama Devi hanya saya pergunakan di blog ini, sedangkan di dunia jejaring sosial, dunia bisnis, dsb saya gunakan nama Kanya Puspokusumo.

      Terima kasih banyak atas apresiasinya. Jangan bosan berkunjung dan membaca karya-karya saya yang lain ya.
      Sekali lagi terima kasih.🙂

      J'aime

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :