TUHAN SEPERTI YANG KITA PIKIRKAN

Back to HOME  –  ABOUT KANYA

Bagi saya, ini sebuah statement yang cukup universal yang pernah saya dengar. Saya menyebutnya universal karena di setiap agama yang pernah saya pelajari, statement ini selalu ada.

Saya sebenarnya setuju dengan statement ini. Hanya saja, saya juga melihat kelemahan besar di dalamnya…. Saya banyak melihat kelemahan yang harus diwaspadai dalam statement ini. Kewaspadaan ini harus dimiliki atas dasar kenyataan bahwa manusia adalah makhluk yang terbatas. Pemikirannya pun terbatas. Keterbatasan pemikiran inilah yang mungkin dapat menyesatkan kita dalam cara pandang kita terhadap Allah. Jangan sampai kita tersesat dan terjebak dalam kotak sempit menganggap Allah menjadi sesuatu zat yang remeh dan terbatas. Padahal Allah Maha Agung dan Sangat Tidak Terbatas…

Tuhan mungkin memang seperti yang kita pikirkan…. Tetapi, apa sih yang kita pikirkan? Pikiran seperti apa yang harus kita miliki? Statement ini benar-benar membuat setiap manusia harus menjadi sangat berhati-hati dengan pikirannya. Sekali manusia gegabah dengan pikirannya, maka hanya dengan sekali jentikan jari Allah bisa saja menjadi sebuah zat yang remeh.

Jika kita berpikir bahwa Allah itu baik. Mungkin kita harus memaknainya lagi lebih dalam….. Baik seperti apa? Jangan sampai kita menyebutNya baik hanya karena Dia mengabulkan keinginan kita terus menerus. Kalau seperti itu yang dimaksud dengan ‘Allah itu baik’, kita ini persis seperti seorang anak balita yang dengan riang gembira berkata pada ibunya,”Mama, om itu baik soalnya suka ngasih ade makanan sama mainan terus!”. Jika kita sampai terjebak pada pengertian itu, itu berarti sudah menganggap Allah begitu rendah…. Hanya sebagai mesin pengabul keinginan. Padahal Allah jauh lebih agung daripada itu. Dan yang berbahaya, jika pemikiran seperti anak balita itu yang kita miliki dalam kepala kita, ketika Allah memberi anugerah kepada kita dalam bentuk musibah atau ujian yang sangat berat, maka dengan mudah kita bisa berbalik membenci Allah atau dengan cepat kita langsung melakukan pembangkangan. Membenci atau membangkang pada Allah karena keinginan kita tidak terkabul, karena Allah ternyata tidak memberi kehidupan sesuai keinginan kita. Ini sungguh berbahaya… (menurut pengalaman hidup saya, anugerah Allah tidak selalu datang berupa sesuatu yang indah. Anugerah itu dapat berupa siksaan fisik dan siksaan batin sangat hebat yang menghempaskan saya sampai ke titik minus. Benar-benar berupa penderitaan yang sangat-sangat berat yang mungkin tidak akan pernah terbayangkan beratnya oleh manusia yang jalan hidupnya mulus-mulus saja…).

Atau ada juga yang giat beribadah hanya karena takut pada Allah. Dengan sendirinya, dia berpikir dan menempatkan Allah hanya sebagai polisi yang akan menghukum kita kalau kita melanggar peraturan lalu lintas. Pemikiran yang sungguh-sungguh merendahkan Allah. Karena kedudukan Allah jauh lebih mulia daripada sekedar jadi polisi atau hakim. Beribadah seharusnya didasari oleh rasa keberterimakasihan dan kebutuhan jiwa, bukan karena takut dihukum Allah….

Jadi Tuhan mungkin memang seperti yang kita pikirkan…. namun berhati-hatilah dengan pikiran kita. Mungkin akan lebih bijaksana jika kita berpikir bahwa Allah melebihi segala yang bisa kita pikirkan. Berpikirlah bahwa walaupun Allah memang memiliki sifat-sifat baik, penyayang, dan sebagainya… namun sifat-sifat itu tidak muncul dalam bentuk afeksi dan nafsu-nafsu seperti yang dimiliki manusia. Sifat-sifat Allah muncul dalam bentuk yang lebih daripada itu, dan harus kita tempatkan di luar bidang moralitas manusia. Dengan cara seperti itu, kita tidak akan terjebak menyamakan zat Tuhan dengan definisi-definisi yang remeh. Dengan cara seperti itu pula, apapun yang diberikan Allah kepada kita, kita akan bisa menerimanya dengan lapang dada, tidak akan ada sedikit pun persangkaan buruk terhadapNya yang akan muncul dalam pikiran kita walaupun Allah memberi kita penderitaan yang luar biasa. Dan dengan cara seperti itu pula, kita akan lebih mudah untuk terus Istiqamah di jalanNya walaupun jutaan ujian merintangi kita untuk mencapaiNya.

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :